Kita butuh energi listrik untuk mengoperasikan seluruh peralatan listrik yang ada di rumah. Bagaimana cara menyediakannya? Ada cara yang bisa kita lakukan untuk kebutuhan tersebut, yaitu :
- Cara pertama: Menyediakan sumber tenaga listrik sendiri, misalkan membeli generator listriknya sendiri, mengoperasikan serta merawatnya sendiri guna supaya dapat menghasilkan energi listrik untuk kebutuhan rumah tangga.
- Cara kedua: Berlangganan energi listrik dari penyedia, dalah hal ini adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). Ini langkah yang lebih praktis karena kita bisa langsung memakainya tanpa ribet membeli generator listrik sendiri, menyediakan bahan bakar, serta merawatnya.
Sekarang contoh terkait dengan CLoud Computing. Misalkan ketika kita membutuhkan perangkat penyimpan (storage) berkapasitas besar, maka langkah paling praktis adalah dengan berlangganan layanan jasa Cloud Storage, tanpa susah-susah harus menyediakan sendiri perangkat Server, software sistem operasi, serta aplikasi manajemen database.
Biaya menyewa jasa Cloud Computing jauh lebih murah dari pada membangun infrastruktur sendiri untuk keperluan tersebut. Bayangkan kita harus membeli Server sendiri, membeli dan menginstalasi sendiri software sistem operasi serta software aplikasi database.

Btw, Mengapa Pakai Istilah Cloud ya?
Kata “Cloud” itu artinya “Awan”. Istilah “Cloud” dipakai untuk menyebut internet, karena seluruh sumber daya dalam Cloud Computing tersedia dan dapat diakses melalui internet. Jadi, kita boleh membayangkan sumber-sumber daya itu sebagai awan-awan di atas permukaan bumi yang siap untuk kita manfaatkan.


