Memahami Root dan Privilege yang Dimiliknya
Marilah kita gunakan toko sebagai analogi sederhana. Kita pasti paham bahwa hanya pemiliki toko saja yang memiliki hak segalanya atas toko miliknya itu. Sejumlah karyawan yang membantunya memang juga memiliki akses ke toko, namun hal itu dibatasi sesuai dengan peran diberikan kepada mereka. Sebagai contoh, karyawan bagian kasir hanya berhak mengurusi pembayaran dari para pelanggan, karyawan bagian gudang hanya menangani masuk-keluarnya barang, dan sebagainya.
Dalam manjemen sistem operasi komputer – khususnya sistem operasi Linux – pengguna (user) juga diatur seperti analogi di atas. Ada user yang memiliki hak akses (privilege) mutlak dan tak terbatas atas seluruh sistem, namun ada juga user yang terbatas. User dengan privilege mutlak dan tak terbatas sering disebut sebagai root user, sedangkan user dengan privilege terbatas adalah regular user.
Pertanyaannya, mengapa dibuat pemilahan peran (role) seperti itu? Tujuan utamanya tak lain adalah untuk menjaga integritas sistem yang telah dibangun. Meskipun root user memiliki privilege tak terbatas terhadap sistem, namun akun ini sangat jarang digunakan, alias hanya digunakan jika keadaan mengharuskannya. Misalkan ketika sistem perlu menginstalasi sebuah software aplikasi baru, atau

Post Comment